Penggunaan flash SMS oleh operator sim akhir-akhir ini banyak sekali digunakan. Penggunaan flash sms ini ada beragam tipenya. Ada yang menggunakan flash sms untuk promosi paket data, ada yang digunakan sebagai media advertising (iklan), dan ada juga yang digunakan untuk menginformasikan sisa paket data.

Jujur sebagai user jika terus terusan mendapatkan sebuah popup besar di depan layar hp tentu akan merasa sangat risih. Karena isi pesannya juga tidak terlalu penting dan hal tersebut malah menjuru ke missuse dari fitur flash sms tersebut. Tidak jarang juga didapati popup yang berisi link pada SMSnya, bahkan jika user melakukan cancel popupnya yang terjadi adalah sms tersebut akan membuka browser dengan sendirinya lalu diarahkan ke link web si pengirim.

Apa itu Flash Message

Sebenarnya apa tujuan dari flash message, dan kenapa dibuat flash message ?

Flash message adalah bagian dari standar protokol SMS. SMS sendiri merupakan sebuah protokol perpesanan yang didefinisikan dalam standar GSM. SMS ini sudah lama sekali ada dan masih digunakan hingga sekarang dan bermula dari teknologi 2G.

Nah untuk mentransmisikan sms protokol sms menggunakan sistem yang bernama PDU (Protocol Data Unit)

Nah untuk mentransmisikan SMS, protokol SMS menggunakan sistem yang bernama PDU atau Protocol Data Unit. Simpelnya, PDU ini adalah bentuk “mentah” dari SMS sebelum akhirnya ditampilkan sebagai pesan biasa di HP kita.

Di dalam PDU ini ada banyak informasi, seperti nomor pengirim, waktu pengiriman, isi pesan, encoding karakter, dan juga tipe pesan. Salah satu tipe yang menarik adalah SMS Class 0, atau yang sering kita kenal sebagai flash message.

SMS Class 0

Flash message biasanya menggunakan SMS Class 0. Berbeda dengan SMS biasa yang masuk ke inbox, SMS Class 0 akan langsung ditampilkan di layar user dalam bentuk popup.

Jadi flow-nya kira-kira seperti ini:

Operator / Sender
SMS PDU
DCS menandakan Class 0
Android menerima pesan
Pesan langsung ditampilkan sebagai popup

Karena sifatnya langsung muncul di layar, fitur ini sebenarnya masuk akal untuk pesan yang benar-benar penting. Misalnya informasi darurat, notifikasi jaringan, atau pesan yang memang perlu langsung dibaca oleh user.

Masalahnya, implementasi di lapangan sering kali tidak seindah itu.

Banyak operator menggunakan fitur ini untuk hal yang sifatnya promosi. Bahkan kadang popup muncul di waktu yang sangat mengganggu, seperti saat sedang main game, meeting, membaca dokumen, atau sedang mengetik sesuatu. Lebih parahnya lagi, beberapa popup terlihat seperti memaksa user untuk berinteraksi dengan tombol yang tersedia.

Kenapa Flash Message Susah Diblokir?

Yang membuat flash message menyebalkan adalah karena dia tidak selalu diperlakukan seperti SMS biasa.

Kalau SMS biasa, kita bisa blokir nomor, mute thread, atau tandai sebagai spam. Tapi flash message bisa datang langsung dari layer telephony atau layanan SIM/operator. Jadi kadang pesan ini tidak muncul di inbox SMS, tidak punya nomor pengirim yang jelas, dan tidak bisa diblokir dari aplikasi Messages biasa.

Di beberapa kasus, popup ini juga tidak murni hanya SMS Class 0. Ada juga yang dipadukan dengan SIM Toolkit atau aplikasi layanan operator bawaan SIM. Makanya di beberapa device, meskipun SMS sudah diblokir, popup tetap bisa muncul.

Cara Disable Flash Message di Android

Cara mematikannya bisa berbeda-beda tergantung operator, tipe SIM, dan versi Android. Tapi secara umum ada beberapa cara yang bisa dicoba.

1. Matikan dari SIM Toolkit

Cara pertama adalah lewat aplikasi SIM Toolkit atau Layanan SIM.

Biasanya aplikasinya bernama:

SIM Toolkit
Layanan SIM
Operator Services
Nama operator

Buka aplikasi tersebut, lalu cari menu seperti:

Flash
Flash Message
Pop Up
Promo
Info
Layanan Iklan
Broadcast

Setelah itu cari opsi untuk deactivate, stop, unsubscribe, atau nonaktifkan.

Di beberapa operator, menu ini cukup tersembunyi. Kadang masuknya bukan langsung ke “Flash Message”, tapi ke menu promosi atau layanan tambahan.

2. Matikan Notifikasi SIM Toolkit

Kalau tidak ada opsi stop di dalam aplikasinya, kita bisa coba matikan notifikasi dari aplikasi SIM Toolkit.

Masuk ke:

Settings
→ Apps
→ Show system apps
→ SIM Toolkit / Layanan SIM
→ Notifications
→ Disable

Cara ini tidak selalu berhasil 100%, karena flash message bisa muncul dari layer sistem yang berbeda. Tapi untuk beberapa device, ini cukup untuk mengurangi popup yang berasal dari layanan SIM/operator.

3. Disable SIM Toolkit via ADB

Kalau masih tetap muncul dan kamu tidak menggunakan fitur SIM Toolkit, bisa juga disable aplikasinya lewat ADB.

Cek dulu package-nya:

adb shell pm list packages | grep -i stk

Biasanya hasilnya mirip seperti ini:

package:com.android.stk

Lalu disable untuk user utama:

adb shell pm disable-user --user 0 com.android.stk

Untuk mengaktifkan lagi:

adb shell pm enable com.android.stk

Kalau device dual SIM, kadang ada package tambahan seperti:

com.android.stk2

Tapi perlu dicatat, disable SIM Toolkit bisa membuat beberapa fitur SIM tidak bisa diakses, seperti menu layanan operator, menu banking lama berbasis SIM, atau fitur khusus dari kartu SIM tertentu.

Jadi jangan asal disable kalau masih butuh fitur tersebut.

4. Hubungi Customer Service Operator

Kalau popup masih muncul, opsi paling aman adalah meminta operator untuk menonaktifkan layanan flash message, layanan iklan popup, atau promo berbasis SIM.

Bahasanya bisa seperti ini:

Tolong nonaktifkan layanan flash message / popup iklan / SMS Class 0 di nomor saya.

Kadang istilah internal operator berbeda-beda, jadi kalau CS tidak paham “flash message”, coba sebutkan “popup iklan yang muncul langsung di layar”.

Kenapa Block SMS Tidak Cukup?

Karena sumber masalahnya belum tentu dari SMS inbox.

Kalau pesan masuk sebagai SMS biasa, fitur block sender biasanya cukup. Tapi kalau dia dikirim sebagai Class 0 atau dipicu dari SIM Toolkit, aplikasi SMS biasa tidak selalu punya kontrol penuh.

Itulah kenapa kadang user merasa sudah blokir nomor, tapi popup tetap muncul.

Masalahnya bukan di aplikasi SMS-nya, tapi di jalur pesan yang digunakan.

Kesimpulan

Flash message sebenarnya bukan fitur jahat. Secara desain, fitur ini dibuat agar pesan penting bisa langsung dilihat oleh user. Masalahnya muncul ketika fitur tersebut dipakai untuk iklan, promosi, atau popup yang mengganggu pengalaman penggunaan HP sehari-hari.

Kalau kamu sering mendapatkan popup seperti ini, urutan yang bisa dicoba adalah:

Cek SIM Toolkit
→ Matikan layanan flash/promo
→ Disable notifikasi SIM Toolkit
→ Disable package SIM Toolkit via ADB jika perlu
→ Hubungi operator

Menurut saya, fitur seperti ini seharusnya bersifat opt-in, bukan dipaksa aktif secara default. Karena pada akhirnya, layar HP adalah ruang kerja user. Popup yang muncul tanpa konteks dan tanpa izin jelas bukan lagi informasi, tapi gangguan.